Bertemu sahabat

Untuk menjadi orang baik itu kita kudu menyiapkan lapang dada,karena di mana pun kita berada kapan pun baik itu kita ketemu orang tua,kakak,saudara,nenek,sepupu,teman dan lainnya itu tidak menutup kemungkinan kita di omong yang tidak nyaman di hati kita,atau di perlakukan tidak baik,tidak adil dan di abaikan.Kalau hati kita sempit maka kita lah yang akan sakit hati,kecewa,sedih,marah,terluka untuk itu kita harus lapang dada.Bukan membenarkan dan membolehkan siapa saja menyakiti kita setelah kita melapangkan dada,kita harus pandai menyikapi kapan kita harus lapang dan kapan kita harus tindak tegas, terkadang diam nya kita membuat orang semena-mena membuat kita terluka,diam nya kita di salah artikan bahkan tak segan tuduhan fitnah pun kita dapati.Banyak manusia mempunyai hati dan pemikiran yang berbeda-beda kita tidak bisa menuntut orang lain menjadi apa yang kita mau,capek sekali hidup kita kalau harus mau nya di mengerti orang lain,jangan jadi pengemis cinta jadilah penderma cinta,kalau kita jadi pengemis cinta kita akan sengsara dan terluka pastinya,karena apa yang kita mau tak sesuai ekspektasi,kita mau nya A tetapi jadinya B akhirnya kita kecewa,lapang dada butuh di latih butuh perjuangan,semakin sering melatih nya semakin mudah nantinya untuk berlapang dada,orang yang lapang identik dengan orang yang sabar dan tenang, makany auranya terlihat mahal dan berkelas,orang bisa jadi segan dengan sendirinya.Mental sehat butuh banget untuk kita tetap waras,penting nya untuk mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain “selflove”.Menjadi orang baik memang perjuangan sekali banyak cibiran,banyak fitnahanya,tetapi sesuai pahala nya pun besar bagi orang yang bersabar dan menahan diri untuk tidak membalas keburukan dengan keburukan walau pun dia mampu,sering kali psikis nya kena untuk orang yang di hajar habis-habisan mental nya,depresi,stres,ODGJ pun mengintai calon korbannya,sakit,sedih,kecewa,marah,malu,dan lainnya itu lah yang di rasakan,dan itu perlu di obatin perlu di keluarkan sampah emosi nya.Terkadang kita kudu sedikit ndablek bin bandel untuk tak peduli omongan orang, karena kita tak bisa membungkam mulut orang agar tak membicarakan sekedar tentang kita baik itu seputar kebaikan kita atau keburukan kita.Capek hati dan tersiksa kalau kita selalu mendengarkan omongan orang lain terlebih omongan itu memang tidak lah sepenuhnya benar,rasanya gatel aja nih mulut untuk membalasnya atau klarifikasi Paling tidak nyaman itu kalau kita tertuduh atau difinah terlebih dahulu saudara kita sendiri rasanya itu menyakitkan sekali,mental nya udah pasti kena siapa yang bakal menolong kita kalau semua nya percaya dengan tuduhan itu.Kisah seorang 3 wanita bersaudara dari keluarga terhormat seorang konglomerat bernama Wijaya dan Lusiana,anak nya bernama Dena 23 tahun ,Zalia 20tahun dan Shela 18 tahun,ke tiga nya sama-sama cantik dan cerdas,mereka selalu jadi idola di kalangan kaum Adam,anak teman orang tuanya pun rata-rata naksir dengan Zalia anak paling terkalem diantara saudaranya,Dena seorang model,Zalia seorang dokter,dan Shela seorang dosen..

Semua orang segan dengan mereka,tapi tak banyak orang yang tahu kalau Zalia itu anak dari pak Wijaya,dia seorang dokter sederhana secara tampilan,bahkan di kira masuk kedokteran hanya jalur beasiswa mereka tidak tahu anak konglomerat seorang Zalia ini,bahkan dulu Zalia kuliah pun sering di tuduh orang miskin, sampai-sampai dia di tuduh hamil di luar pernikahan,sungguh meradang orang tua zalia sampai mau menuntut orang menyebarkan fitnah keji,Zalia syok kok ada yang tega memfitnah nya,nama baik keluarga terancam jelek untuk itu segera Wijaya menyuruh anak buah nya buat mengatasi nya agar berita nya tidak naik ke media,Zalia sampai kena psikis nya dia lebih banyak murung,diam,menyendiri bahkan mengarah ke ODGJ,atas dasar apa orang itu memfitnah,ternyata setelah di selidiki ternyata pelakunya masih saudaranya sendiri karena merasa iri dengan hidup Zalia yang enak sedang dia harus bekerja sana sini untuk mencukupi kebutuhan nya,dia menyebarkan isu zalia hamil agar dia terlihat sama dengan Zalia cs, Alhamdulillah Zalia memang punya akhlaq yang baik dia tidak dendam  dengan pelakunya dia sudah memaafkan dan ikhlas menjalani semua nya,Dia merasa sedih dan Kesepian tetapi dia harus strong …dan kini l saat nya mereka menikmati hidup 

Postingan populer dari blog ini

Dari Luka Menjadi Cahaya

Rangga: Dari Gerobak Somay Menuju Jalan Kebaikan

Aliran Rasa