pergi tanpa jejak
"Pergi Tanpa Jejak" Hujan sore itu turun deras, membasahi teras rumah yang sepi. Rina duduk memeluk lutut di kursi rotan, matanya kosong menatap jalan yang membentang di depan rumah. Sudah enam bulan suaminya, Bayu, pergi tanpa kabar. Pergi dengan alasan "mencari pekerjaan di luar kota", tapi tak pernah kembali. Awalnya, Rina mencoba bersabar. Setiap malam ia menatap layar ponsel, berharap ada pesan singkat atau telepon dari Bayu. Namun yang ia terima justru kabar dari orang lain bahwa Bayu terlihat bersama wanita lain di kota seberang. Berjalan berdua, bergandengan tangan, tertawa seolah masa lalu mereka tak pernah ada. Hari-hari Rina menjadi sunyi. Meja makan yang dulu penuh tawa kini hanya menyajikan sepiring nasi dingin untuknya sendiri. Pakaian Bayu yang dulu rapi tergantung di lemari, kini berdebu, seakan menunggu tuannya kembali. Meski hatinya remuk, Rina memilih tetap tegar. Ia mulai menjahit pakaian untuk tetangga, membuka warung kecil di depan rumah, dan ...