Lelah Yang Tak Berujung
Lelah yang Tak Berujung Hidupnya seperti jalan panjang yang tak pernah ada ujungnya. Setiap pagi ia terbangun bukan karena semangat, tapi karena tubuhnya sudah terbiasa. Mata yang terbuka bukan tanda ia siap menghadapi hari, melainkan karena tak ada pilihan lain. Di luar, dunia berlari. Orang-orang tertawa, bekerja, bercinta, berdebat, lalu kembali tertawa. Sementara ia… hanya berjalan pelan, menyeret langkah di tengah keramaian yang tak pernah benar-benar peduli. Ada kalanya ia mencoba untuk kuat, memasang senyum, menanggapi sapaan. Namun senyum itu hanya seperti cat tipis di dinding yang retak menutup luka, tapi tidak pernah benar-benar memperbaikinya. Malam datang. Sunyi menjadi teman. Ia menatap langit-langit kamar, bertanya dalam hati, “Sampai kapan harus seperti ini?” Tapi jawaban tak pernah datang. Hanya detak jam yang terdengar, seolah mengingatkan bahwa waktu tetap berjalan meski hatinya berhenti di titik yang sama. Ia lelah. Lelah berpura-pura baik-baik saja. Lelah menunggu p...