Larasati,Suara dari Luka
Larasati, Suara dari Luka Kisah seorang motivator yang lahir dari air mata para janda, menjadi suara bagi perempuan yang memilih bangkit dan mandiri. BAB 1 – Luka yang Tak Pernah Diundang Pagi itu, Larasati duduk di teras rumah kontrakannya yang sempit di pinggiran kota Bekasi. Tangannya masih basah oleh air cucian, sementara matanya kosong menatap jalan kecil di depan rumah. Tiga tahun menikah, satu anak perempuan berusia tiga tahun, dan hari itu ia resmi ditinggalkan suaminya tanpa pamit. Suaminya pergi membawa seluruh tabungan keluarga, meninggalkan sepucuk surat pendek di atas meja makan: “Maaf, aku tidak bisa lanjut. Aku lelah hidup begini.” Kalimat itu seperti pisau dingin yang menembus jantungnya. Larasati tak menangis di hari pertama, tapi tubuhnya menggigil hebat. Baru pada malam kedua, saat anaknya memanggil “Mama, Ayah mana?”, tangisnya pecah. Ia tahu hidup akan berubah total, tapi tidak tahu ke arah mana. Hari-hari berikutnya, Larasati mulai menjual perabot kecil di ru...