Sepatu Untuk Rafi
Sepatu Untuk Rafi Bab 1 — Pagi yang Sederhana Mentari baru muncul di ufuk timur, tapi suara langkah tergesa sudah terdengar dari sebuah rumah kecil beratap seng di tepi sawah. Perempuan itu bernama Sari, berusia sekitar tiga puluh delapan tahun. Tubuhnya kurus, kulitnya sawo matang dengan tangan yang penuh kapalan. Ia tengah menanak nasi di tungku kayu, sambil sesekali menyiapkan bekal untuk anak semata wayangnya, Rafi. Rafi baru berusia sepuluh tahun, duduk di kelas lima SD Negeri 02 di desanya. Sejak ayahnya meninggal dunia dua tahun lalu karena kecelakaan kerja di pabrik, Sari menjadi tulang punggung keluarga. Ia bekerja serabutan: mencuci pakaian tetangga, membantu di warung, kadang memulung plastik bekas di pasar. Setiap pagi, rumah itu dipenuhi suara lembut Sari yang membangunkan anaknya. “Rafi, bangun, Nak. Nanti terlambat sekolah.” Rafi menggeliat pelan di tikar tipisnya. Ia membuka mata dan melihat ibunya tengah melipat seragamnya yang sudah pudar warnanya. “Bu, nanti Rafi iku...