12 Tahun Menikah Tapi Tidak Bahagia: Kisah Ibu 6 Anak yang Akhirnya Bangkit
Tidak ada kekerasan. Tidak ada pengkhianatan. Hanya hati yang terlalu lama merasa sepi. Opening Kisah Ada perempuan yang rumah tangganya terlihat baik-baik saja. Kalau bertemu tetangga, ia selalu tersenyum. Kalau ada arisan, ia datang rapi. Kalau orang bertanya, “Gimana kabarnya?” ia menjawab ringan, “Alhamdulillah, baik.” Namanya Anis. Dua belas tahun ia menikah. Dua belas tahun bangun sebelum subuh, menanak nasi, menyeduh teh, memastikan enam anaknya berangkat sekolah dengan kaus kaki yang tidak tertukar. Rumahnya hampir tak pernah benar-benar sepi. Ada saja suara sendok jatuh. Teriakan kecil berebut kamar mandi. Pintu yang dibuka-tutup tergesa. Siang hari, ia sering duduk sebentar di dapur setelah semua reda. Hanya sebentar. Tangannya masih berbau bawang dan sabun cuci piring. Kadang ia bahkan lupa sudah minum atau belum. Tidak ada yang benar-benar salah dalam pernikahannya. Rayen bukan lelaki kasar. Ia tidak membentak. Tidak pula menghilang tanpa kabar. Ia pulang, ...