Modal Puluhan Juta untuk Semangka, Tapi Panen Nyaris Gagal: Kisah Pak Bondan yang Tetap Bersabar
Saat panen semangka tidak berjalan seperti rencana, Pak Bondan menemukan pelajaran tentang sabar dan tetap bersyukur Opening Kisah Pagi itu udara desa masih terasa dingin. Kabut tipis belum sepenuhnya hilang dari hamparan kebun yang terbentang di belakang rumah-rumah penduduk. Embun masih menempel di daun-daun semangka yang menjalar rendah di atas tanah yang ditutup plastik mulsa hitam. Pak Bondan berdiri di pinggir kebunnya sambil memegang caping bambu di tangan. Ia tidak langsung memakainya. Pandangannya menyapu seluruh lahan yang beberapa bulan terakhir ia rawat hampir setiap hari. Dari kejauhan kebun itu terlihat hijau dan rapi. Tanaman semangka menjalar dengan daun-daun yang lebar, menutupi sebagian tanah di bawahnya. Beberapa buah semangka bahkan sudah terlihat sebesar bola anak-anak. Bagi orang yang hanya melihat sekilas, kebun itu mungkin tampak menjanjikan. Namun hanya Pak Bondan yang tahu bahwa panen tahun ini mungkin tidak akan seperti yang ia harapkan. Ia b...