Dari Jual Santan di Pasar Tempel, Ibu Tini Sukses Sekolahkan Anak hingga Kuliah
Dari kehilangan dan keterbatasan, seorang ibu membuktikan bahwa langkah kecil yang konsisten mampu mengubah masa depan anak-anaknya. Opening Kisah Tidak ada yang benar-benar siap untuk kehilangan. Apalagi kehilangan seseorang yang selama ini menjadi tempat pulang. Pagi itu, Pasar Tempel berjalan seperti biasa. Beberapa pedagang mulai membuka lapak, suara sapaan terdengar pelan, dan udara dingin masih tersisa di antara lorong-lorong sempit yang belum sepenuhnya ramai. Namun bagi Ibu Tini, pagi itu tidak pernah benar-benar terasa biasa. Ia duduk di sudut pasar, di dekat pintu masuk, dengan beberapa kelapa di depannya. Tangannya diam di atas pangkuan, matanya kosong, seolah pikirannya masih tertinggal di tempat lain. Sudah hampir setahun sejak suaminya pergi. Pergi tanpa bisa ia tahan. Sejak hari itu, hidupnya terasa berjalan tanpa arah yang jelas. Bukan hanya karena kehilangan. Tetapi karena ia harus melanjutkan semuanya… sendiri. Di rumah, ada tiga anak yang setiap hari menu...