Lelah Tapi Belum Menyerah
Judul: Lelah Tapi Belum Menyerah Hari-hari yang kulalui terasa begitu berat. Hidup dalam kemiskinan bukan hanya tentang kekurangan uang, tapi juga tentang luka batin yang tak terlihat dan pikiran yang terus-menerus digempur rasa khawatir. Setiap pagi aku terbangun bukan dengan semangat, tapi dengan rasa cemas. Apakah hari ini bisa makan? Apakah tagihan akan bisa kubayar? Apakah aku cukup kuat menghadapi semuanya? Di balik senyum yang kupaksakan, ada hati yang sebenarnya sudah remuk. Aku lelah lelah berpura-pura kuat, lelah terlihat tegar, lelah menahan tangis di tengah malam saat semua orang tertidur. Hidup seperti ini membuatku merasa sendirian, meski aku dikelilingi banyak orang. Mereka tak tahu seberapa keras aku berjuang di dalam diriku sendiri. Beban batin itu tak selalu bisa diungkapkan dengan kata-kata. Luka karena merasa tak berguna, kecewa pada diri sendiri karena belum bisa membahagiakan orang tua, pasangan, atau anak. Pikiran terus terbelah antara kenyataan dan h...