Dengarkan Suara Sekitarku
Judul: "Dengarkan Suara Sekitarku" Pagi itu, aku duduk di teras rumah. Secangkir teh hangat masih mengepul di tanganku. Udara belum terlalu panas, dan langit menggantungkan awan tipis seolah belum sepenuhnya terjaga. Lalu aku memutuskan... untuk diam. Tidak memegang ponsel. Tidak membuka TV. Tidak menyibukkan diri. Hanya diam... dan mendengarkan. Pertama, yang terdengar adalah suara ayam berkokok dari kejauhan. Suara khas kampung yang bagiku selalu membawa kenangan masa kecil, bermain di halaman, dan ibu yang sibuk di dapur. Tak lama, terdengar suara sapu lidi bergesek di halaman rumah tetangga. Seret... seret... Pelan, tapi ritmis. Aku membayangkan seorang ibu menyapu dedaunan sambil menahan kantuk, mungkin sedang memikirkan daftar belanja hari ini. Aku jadi ingat ibuku sendiri. Dan mendadak hatiku terasa hangat. Lalu, suara motor melintas di jalan depan rumah. Bising, kasar, tapi cepat hilang. Seperti kehidupan kadang datang mengganggu, tapi sebentar kemudian be...