7 Kiat Orangtua Shalih Menjadikan Anak Disiplin dan Bahagia
7 Kiat Orangtua Shalih Menjadikan Anak Disiplin dan Bahagia
Refleksi Parenting Islami yang Penuh Cinta
Mendidik anak agar tumbuh disiplin sering kali menjadi tantangan besar bagi para orang tua. Tidak jarang, disiplin dipahami sebagai aturan keras yang menuntut kepatuhan tanpa ruang dialog. Padahal, dalam Islam, disiplin sejati justru tumbuh dari keteladanan, cinta, dan kedekatan hati. Inilah pesan utama yang disampaikan dalam buku 7 Kiat Orangtua Shalih Menjadikan Anak Disiplin dan Bahagia karya Ustadz Abah Ihsan.
Tentang Buku
Buku ini ditulis oleh Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari, seorang international parenting trainer sekaligus Direktur Aulada Parenting School. Melalui buku ini, penulis mengajak para orang tua untuk kembali menyadari peran utamanya sebagai pendidik pertama dan terpenting bagi anak-anaknya.
Mengusung tema parenting Islami, buku ini menekankan bahwa membentuk anak yang disiplin tidak dapat dipisahkan dari upaya menciptakan kebahagiaan dalam jiwa anak.
Isi Buku Secara Umum
Sesuai dengan judulnya, buku ini memaparkan tujuh kiat utama yang dapat diterapkan oleh orang tua shalih dalam kehidupan sehari-hari. Kiat-kiat tersebut tidak disampaikan secara kaku, melainkan dengan pendekatan yang membumi dan realistis.
Penulis menekankan bahwa sebelum menuntut anak untuk disiplin, orang tua perlu lebih dahulu memperbaiki sikap dan perilaku dirinya. Anak adalah peniru ulung, sehingga keteladanan orang tua menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan.
Selain itu, buku ini juga mengajarkan pentingnya membangun komunikasi yang hangat, menanamkan adab sejak dini, serta mendidik anak dengan kesabaran dan doa.
Nilai-Nilai Utama yang Ditekankan
Beberapa nilai penting yang terasa kuat dalam buku ini antara lain:
Disiplin yang lahir dari kesadaran, bukan paksaan
Peran besar keteladanan orang tua dalam membentuk karakter anak
Keseimbangan antara aturan dan kasih sayang
Pentingnya spiritualitas dalam pengasuhan anak
Kebahagiaan anak sebagai bagian dari keberhasilan pendidikan
Semua nilai tersebut dibalut dengan pendekatan Islami yang menenangkan dan relevan dengan kehidupan keluarga masa kini.
Kelebihan Buku
Salah satu keunggulan buku ini adalah gaya bahasanya yang ringan dan mudah dipahami. Tidak menggurui, namun penuh nasihat yang menyentuh hati. Buku ini cocok dibaca oleh orang tua dari berbagai latar belakang, baik yang baru memulai perjalanan parenting maupun yang ingin memperbaiki pola asuhnya.
Desain sampul yang cerah dengan ilustrasi anak-anak juga memberi kesan hangat dan bersahabat, sejalan dengan isi buku yang mengedepankan pendidikan penuh cinta.
Kesimpulan
7 Kiat Orangtua Shalih Menjadikan Anak Disiplin dan Bahagia bukan sekadar buku parenting, tetapi juga bahan refleksi bagi orang tua untuk terus belajar dan bertumbuh. Buku ini mengingatkan bahwa anak yang disiplin dan bahagia lahir dari orang tua yang mau memperbaiki diri, mendidik dengan hati, dan senantiasa melibatkan Allah dalam setiap proses pengasuhan.
Buku ini layak menjadi bacaan wajib bagi keluarga Muslim yang mendambakan generasi berakhlak mulia, disiplin, dan bahagia.
Siapa yang Cocok Membaca Buku Ini?
Buku 7 Kiat Orangtua Shalih Menjadikan Anak Disiplin dan Bahagia sangat cocok dibaca oleh para orang tua Muslim, calon orang tua, guru, serta pendidik yang terlibat langsung dalam dunia anak. Buku ini juga relevan bagi keluarga yang ingin memperbaiki pola asuh dari pendekatan yang cenderung otoriter menuju pola pengasuhan yang lebih hangat, bijak, dan bernilai spiritual.
Bagi orang tua yang sering merasa lelah, bingung, atau bahkan merasa gagal dalam mendidik anak, buku ini hadir sebagai pengingat bahwa proses pengasuhan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran dan pertolongan Allah.
Pesan Moral yang Kuat
Salah satu pesan kuat yang terasa sepanjang isi buku adalah bahwa anak bukanlah objek yang harus diatur, melainkan amanah yang harus dijaga dan dibimbing. Penulis menekankan bahwa keberhasilan mendidik anak tidak diukur dari kepatuhan semata, tetapi dari tumbuhnya kesadaran, akhlak, dan kebahagiaan dalam diri anak.
Disiplin yang dipaksakan hanya akan melahirkan ketakutan, sedangkan disiplin yang dibangun dengan cinta akan melahirkan tanggung jawab. Inilah benang merah yang terus diulang dan dikuatkan dalam setiap pembahasan.
Relevansi dengan Kehidupan Orang Tua Masa Kini
Di tengah tantangan zaman modern mulai dari pengaruh gawai, media sosial, hingga minimnya waktu kebersamaan keluarga buku ini terasa sangat relevan. Penulis mengingatkan pentingnya kehadiran orang tua secara utuh, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional dan spiritual.
Buku ini mengajak orang tua untuk lebih banyak meluangkan waktu bersama anak, mendengarkan perasaan mereka, serta menjadikan rumah sebagai tempat paling aman dan nyaman bagi anak.
Refleksi untuk Orang Tua
Membaca buku ini seolah mengajak orang tua untuk bercermin. Tidak jarang, masalah kedisiplinan anak justru berakar dari ketidakkonsistenan orang tua sendiri. Melalui bahasa yang lembut, penulis mengajak pembaca untuk memperbaiki niat, sikap, dan pola interaksi dalam keluarga.
Orang tua diajak untuk menyadari bahwa mendidik anak bukan tentang siapa yang paling berkuasa, melainkan siapa yang paling sabar dan mau belajar.
Penutup
Sebagai penutup, buku 7 Kiat Orangtua Shalih Menjadikan Anak Disiplin dan Bahagia adalah bacaan yang menenangkan sekaligus menyadarkan. Buku ini tidak menjanjikan solusi instan, tetapi menawarkan jalan yang lebih bermakna dalam mendidik anak jalan yang dipenuhi cinta, doa, dan keteladanan.
Buku ini mengajarkan bahwa ketika orang tua berusaha menjadi pribadi yang shalih, anak pun akan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung kedisiplinan dan kebahagiaan secara alami.
Pendekatan Parenting yang Menyentuh Hati
Hal yang paling terasa dari buku ini adalah pendekatannya yang menyentuh hati orang tua, bukan sekadar memberikan teori. Penulis tidak memosisikan diri sebagai sosok yang menghakimi, melainkan sebagai sahabat yang memahami lelah dan perjuangan orang tua dalam mendidik anak.
Setiap kiat yang disampaikan mengajak orang tua untuk berhenti sejenak, merenung, lalu memperbaiki cara mendidik dengan lebih lembut dan sadar. Anak tidak lagi dipandang sebagai sumber masalah, tetapi sebagai amanah Allah yang sedang belajar dan bertumbuh.
Disiplin Tanpa Kekerasan
Buku ini secara tersirat mengajak orang tua meninggalkan pola asuh berbasis amarah, ancaman, dan hukuman berlebihan. Disiplin dibangun melalui:
aturan yang jelas dan konsisten
komunikasi yang hangat
kehadiran emosional orang tua
doa yang terus dipanjatkan
Pendekatan ini membuat anak belajar memahami alasan di balik aturan, bukan sekadar takut pada konsekuensi.
Keseimbangan antara Dunia dan Akhirat
Keunggulan lain dari buku ini adalah kemampuannya menyeimbangkan aspek duniawi dan ukhrawi dalam pengasuhan. Penulis tidak hanya membahas perilaku anak, tetapi juga menyinggung pentingnya ibadah, adab, dan akhlak sebagai fondasi utama.
Anak yang disiplin menurut buku ini bukan hanya anak yang tertib secara perilaku, tetapi juga anak yang mengenal Tuhannya, menghormati orang tuanya, dan memiliki hati yang lembut.
Sudut Pandang Pembaca
Sebagai pembaca, buku ini memberi rasa tenang dan harapan. Alih-alih merasa bersalah atas kesalahan masa lalu dalam mendidik anak, pembaca diajak untuk memulai kembali dengan niat yang lebih baik. Buku ini seolah berkata bahwa tidak ada kata terlambat untuk menjadi orang tua yang lebih sabar dan bijak.
Buku ini juga memberi keyakinan bahwa proses mendidik anak memang tidak mudah, namun selalu bernilai ibadah jika dijalani dengan niat yang lurus.
Ajakan untuk Berproses
Buku ini tidak menawarkan perubahan instan, melainkan mengajak orang tua untuk berproses. Setiap anak unik, setiap keluarga memiliki tantangan yang berbeda. Oleh karena itu, kiat-kiat dalam buku ini bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga.
Yang terpenting adalah kesungguhan orang tua untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan tidak menyerah.
Penutup Akhir
Pada akhirnya, 7 Kiat Orangtua Shalih Menjadikan Anak Disiplin dan Bahagia adalah buku yang layak dijadikan teman refleksi harian bagi orang tua. Buku ini mengingatkan bahwa anak yang disiplin dan bahagia tidak lahir dari teriakan, melainkan dari cinta yang konsisten dan keteladanan yang nyata.
Buku ini bukan hanya membahas cara mendidik anak, tetapi juga mengajarkan bagaimana menjadi orang tua yang lebih baik di hadapan anak dan di hadapan Allah.