Enam Bulan Dalam Diam
Judul: Enam Bulan dalam Diam Sudah enam bulan berlalu sejak hatiku mulai terasa beku. Bukan karena tak ada cinta, tapi karena cinta yang dulu pernah ada, perlahan menguap entah ke mana. Aku dan suamiku kini hidup seperti dua orang asing di bawah satu atap. Kami masih bicara seperlunya. Kami masih makan bersama kadang. Tapi tak ada lagi tawa, tak ada lagi genggaman tangan yang menguatkan. Hanya sunyi dan rutinitas yang mendominasi hari-hari kami. Awalnya aku mencoba bertahan, berharap ini hanya fase. Tapi setiap pagi yang kulewati, rasa hampa itu makin nyata. Tidur di ranjang yang sama, tapi hatiku terasa sendiri. Tatapan matanya padaku tak lagi hangat. Bahkan ketika aku sakit beberapa waktu lalu, perhatiannya hanya sekilas, seperti kewajiban, bukan kepedulian. Dan di tengah kehampaan itu, masalah ekonomi datang seperti badai. Penghasilan suamiku tak cukup menutup kebutuhan bulanan. Aku pun mulai berjualan kecil-kecilan dari rumah. Tapi hasilnya tak seberapa. Utan...