Harga dari Sebuah Keputusan
Harga dari Sebuah Keputusan BAB 1 — ANAK YANG LAHIR BERSAMA KEKURANGAN Rama dilahirkan di sebuah rumah reyot yang bahkan lebih pantas disebut gubuk. Dindingnya dari papan lapuk, lantainya tanah, atapnya bocor di banyak bagian. Bila hujan turun, ember dan panci adalah perabot yang paling sibuk di rumah itu menampung air rembesan dari langit. Ia lahir tanpa tangisan harapan. Yang terdengar hanya suara ibunya yang terisak dan ayahnya yang menghela napas panjang, seolah mengerti bayi ini datang ke dunia yang salah. Ibunya, Sari, hanyalah tukang cuci baju keliling. Ayahnya, Bima, buruh angkut di pasar tradisional. Pendapatan mereka tidak pernah tetap. Hari ini makan, besok belum tentu. Hari ini punya uang, besok utang. Rama kecil tumbuh mengenal rasa lapar lebih dulu sebelum mengenal rasa bahagia. Di usia lima tahun, ia sudah bisa membedakan rasa nasi basi dan nasi segar. Ia tahu perbedaan mie instan dengan kuah penuh dan kuah bening. Ia mengerti kapan harus pura-pura kenyang agar adik...