Bayangan Yang Tak Pernah Pergi
"Bayangan yang Tak Pernah Pergi" Namanya Rani. Dari luar, ia terlihat seperti gadis biasa ramah, sopan, selalu mengangguk dan tersenyum pada setiap orang yang menyapanya. Tapi di balik senyum tipis itu, ada hati yang terasa kosong. Sejak kecil, Rani tumbuh dengan telinga yang terlalu peka terhadap kata-kata. Sekali seseorang mengucapkan kritik atau candaan tentang dirinya, itu akan terus berputar di kepalanya selama berhari-hari. "Kok kamu kurusan?" "Kamu nggak cocok rambut pendek." "Kayaknya kamu nggak sepintar adikmu, ya." Kalimat-kalimat yang mungkin bagi orang lain sepele, tapi bagi Rani itu seperti goresan halus yang lama-lama menjadi luka. Setiap bercermin, ia tak melihat dirinya. Yang ia lihat adalah kumpulan kata orang lain yang melekat seperti noda. Ia merasa tak cukup cantik, tak cukup pintar, tak cukup baik. Seolah seluruh keberadaannya selalu ada yang salah. Hidup Rani seperti berjalan di antara bayangan. Ia takut mencoba hal baru kar...