Blog refleksi kehidupan dan kisah inspiratif yang mengangkat pengalaman hidup, perjalanan batin manusia, sudut pandang psikologis, serta proses belajar memahami dan berdamai dengan diri sendiri.
tugas bunsay
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
1.LIST KEMANDIRIAN
untuk anak:
**toilet training
**makan sendiri
**bereskan mainan
Listia dan Seni Berdamai dengan Diri Sendiri Sebuah Narasi Psikologis tentang Luka, Kesadaran, dan Proses Penyembuhan Jiwa Pendahuluan: Luka yang Tidak Selalu Berdarah Tidak semua luka meninggalkan bekas yang bisa dilihat mata. Sebagian luka hanya tinggal di dalam dada— diam, namun berat. Sebagian lain bersembunyi dalam pikiran tidak terlihat, tetapi terus berbicara. Listia memahami itu tanpa pernah benar-benar mempelajarinya di bangku kuliah. Ia adalah seorang mahasiswi di sebuah universitas ternama di Yogyakarta. Prestasinya cukup baik, kehadirannya nyaris tak pernah bermasalah, dan dari luar hidupnya terlihat “baik-baik saja”. Namun, ada satu hal yang tidak pernah tercatat dalam transkrip akademiknya: kelelahan emosional yang ia pendam sendirian. Tulisan ini bukan sekadar kisah tentang patah hati. Ini adalah kisah tentang bagaimana seseorang belajar berdamai dengan dirinya sendiri setelah dikecewakan oleh orang yang ia sayangi bukan dengan cara melupakan, melainkan dengan memahami. ...
Dari Luka Menjadi Cahaya Di sebuah rumah kecil berdinding papan yang mulai lapuk dimakan usia, hiduplah seorang ibu bernama Siti bersama ketiga anaknya. Sejak ditinggal suami yang pergi tanpa kabar, Siti harus menanggung beban hidup seorang diri. Pekerjaan serabutan seperti mencuci pakaian tetangga, berjualan gorengan di pinggir jalan, hingga mengumpulkan barang bekas ia jalani tanpa rasa malu. Namun meski berjuang siang malam, uang yang ia dapatkan hampir tak pernah cukup untuk membeli beras, apalagi untuk biaya sekolah anak-anaknya. Lebih menyakitkan lagi, saudara yang dulu sering berjanji akan saling membantu justru berpaling. Teman-teman dekat yang dulu tertawa bersamanya perlahan menjauh, seolah takut tertular kesusahan. Bahkan tetangga yang setiap hari melihat perjuangannya, hanya bisa memandang dengan mata sinis, seakan kemiskinan Siti adalah aib yang menular. Siti sering menangis di sajadahnya, bertanya dalam doa, “Ya Allah, sampai kapan aku kuat begini?” Hari-hari ...
Kisah Perjalanan Seorang Penjual Somay Menemukan Makna Sukses dan Berbagi BAB 1 Rangga dan Pagi yang Tidak Pernah Menunggu Pagi selalu datang dengan cara yang sama bagi Rangga—tanpa menanyakan kesiapan, tanpa peduli pada lelah yang belum sepenuhnya pulih. Saat langit masih abu-abu dan udara dingin menyelinap ke sela-sela tulang, ia sudah terbangun. Bukan karena alarm, melainkan karena kebiasaan. Tubuhnya seperti memiliki jam sendiri, jam yang disetel oleh kebutuhan hidup. Di sudut rumah kontrakan sederhana, Rangga duduk sejenak di tepi kasur. Tangannya meraih air putih, meneguknya perlahan, lalu menghela napas panjang. Ada hari-hari di mana bangun pagi terasa ringan, namun ada pula pagi yang berat, seolah hidup menempel di pundak sebelum ia sempat berdiri. Hari ini terasa seperti yang kedua. Ia bangkit, melipat selimut, lalu berjalan ke dapur kecil yang bahkan tak layak disebut dapur. Di sana, ia mulai rutinitas yang telah ia jalani bertahun-tahun: menyiapkan adonan somay. ...