Lebaran Tanpa Anak: Kisah Ibu yang Dikhianati, Bangkit, dan Dipertemukan Kembali
Perjalanan sunyi seorang ibu yang kehilangan segalanya… hingga Lebaran mengembalikan yang paling ia rindukan Opening Kisah Amina tidak langsung sadar kalau ada yang berubah. Semua masih terlihat sama. Pagi tetap datang seperti biasa, dengan cahaya yang masuk pelan lewat jendela. Ia bangun lebih dulu, seperti kebiasaannya. Duduk sebentar di pinggir tempat tidur, menatap lantai yang masih dingin, lalu berdiri tanpa banyak berpikir. Di dapur, ia menyalakan kompor. Bunyinya kecil, hampir tidak terdengar. Air dipanaskan, lalu tangannya mulai bekerja sendiri—mengambil beras, mencuci, memotong bawang. Gerakan yang sudah terlalu sering dilakukan sampai tidak perlu dipikirkan lagi. Kadang ia sendiri tidak ingat sejak kapan semua itu jadi rutinitas. Dari luar terdengar suara motor lewat. Ada juga suara orang memanggil anaknya, agak keras, mungkin karena sudah kesiangan. Hal-hal kecil seperti itu selalu ada setiap pagi, tidak pernah benar-benar berubah. Di dalam rumahnya pun… ya, kura...